Tren Cloud Computing

teknorus.com Di awal diskusi singkat bersama CHIP belum lama ini (19/6), Gordon Haff menjelaskan kehadiran ManageIQ yang dibentuk sebagai platform open source cloud management bagi industri yang kon dusif bagi dunia (komunitas) open source. Red Hatberharap tersedianya MangeIQ akan menjadikan open source sebagai development model yang punya nilai lebih, bahkan lebih superior dibandingkan model development lainnya (closed atau propietary model). ManageIQ juga menjadi memberikan insetif tersediri bagi ekosistem OpenStack sebagai solusi komunitas open-source dalam menyediakan solusi layanan cloud IaaS (infrastructure as a service). Gordon memiliki opini tersendiri mengenai solusi proprietary platform cloud dari Microsoft yaitu Azure.

Meskipun diklaim juga bersifat open dan fleksibel karena mendukung Linux client, Azure yang sering disebut “Windows Banyak hal yang disampaikan Cloud Evangelist Red Hat ini seputar dunia Cloud Computing, termasuk kaitan eratnya dengan solusi open source yang dianut Red Hat dalam mendukung bisnis modelnya selama ini. ini menurutnya tidak bisa dibandingkan dengan OpenStack yang sepenuhnya bersifat open source. Gordon sedikit menyinggung Steve Balmer (CEO Microsoft 2000-2014) yang pernah mengatakan, “Linux is a cancer”, menganggap bahwa Microsoft akan selalu menjadi perusahaan yang mengandalkan teknologi berbasis propietary. Dengan kata lain akan berbeda dengan Red Hat yang selalu berbasis open source. Keterbukaan Red Hat dalam segala aspek (open source, open standard, open API, komunitas yang berkaitan dengan open source, dan lainlain) ini pula yang selalu menjadi acuan mereka dalam mengembangkan dan menyediakan solusi cloud computing saat ini dan di masa mendatang.

Red Hat berfokus pada solusi Iaas, PaaS, dan Hybrid Cloud

Berbeda dengan pelaku Sofware as a Service (SaaS) seperti Google atau Amazon dengan cloud platform-nya Elastic Compute Cloud (EC2), Gordon menekankan bahwa Red Hat hanya melakukan invosi dan pengembang teknologi cloud yang benar-benar “dikuasai” olehnya. Itu artinya, mereka tidak bersaing langsung dengan pemain public cloud seperti Googel atau Amazon. Salah satu strategi utama yang dipilih Red Hat agar teknologi cloud-nya bisa diterima semua pihak adalah menciptakan hybrid cloud yang bisa berkolaborasi dengan berbagai solusi cloud. Untuk mewujudkannya tidak ada cara terbaik selain menjadikan hybriud cloud tersebut bersifat open.

Tren Cloud Computing

Selain berbicara panjang lebar mengenai teknologi cloud computing yang telah diusung RedHat, Gordon juga menjelaskan pandangannya mengenai seperti apa dunia cloud computing nantinya. Menurutnya, ada tiga hal utama yang akan mempengaruhi arah perkembangan teknologi coud computing ke depan. Ketiganya antara lain teknologi Big Data, mobility, dan BYOD (Bring Your Own Device). Dalam hal ini, Red Hat dengan produk utamanya, Red Hat Enterprise Linux dan beragam solusi cloud-nya telah siap menawarkan layanan terbaik bagi konsumen dan mitra-mitra bisnisnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *