Pada Saat Buah Hati Tiba di Rumah Bagian 2

Bangun Rutinitas Baru

Tak semua orang menyukai rutinitas. Bagi sebagian orang tua, rutinitas adalah momok. Yap! Rutinitas kadang memang membosankan. Namun, sadarilah, bagi para orangtua yang baru saja memiliki bayi, rutinitas harus dibangun dan dilaksanakan sebab semua hal yang akan dilakukan oleh Mama dan Papa judulnya adalah rutinitas. Terjadwal, konsisten, tanggap, dan segera. “Rutinitas merupakan peri laku kunci yang harus dibangun oleh para orangtua, sebab bayi masih sangat didominasi oleh proses-proses sensorik dan motorik (biologis), sehingga siklus masih terlihat sangat rutin mulai makan, minum (menyusu), tidur, dan buang air.

Oh, ya, tak hanya rutinitas, konsis tensi juga hal yang perlu dibangun dalam arti siapa dan bagaimana ia memberi perlaku an pada bayi di saat bayi mem butuhkan. Terkadang hal-hal kecil seperti salah posisi dalam menggendong , mengelap bagian-bagian yang sensitif di tubuh bayi, atau air susu yang tidak keluar dengan lancar dapat menjadi “problem” yang membuat bayi terganggu kenyaman annya sehingga seperti menjadi dasar rasa tidak percaya bayi pada lingkungan,” jelas Della.

Perhatikanlah reaksi bayi. Ketika ia tidak percaya, reaksinya adalah menangis atau seperti tidak mau dipegang atau ditangani oleh orang lain selain caregiver andalannya. Dalam keseharian ada istilah bayi “bau tangan mama” atau lebih suka dengan babysitter daripada mama. Hal ini terjadi karena penanganan yang dirasakan nyaman oleh si bayi. Berapa Lama Proses Penyesuaian Berlangsung? Proses penyesuaian antara bayi baru lahir dan orangtua membutuhkan waktu.

Masing-masing orangtua dan bayi tak selalu sama ketika harus melalui proses penyesuaian ini. Ada yang bisa dengan segera menyesuaikan, ada juga yang lambat. Ketika kondisi bayi bermasalah (contoh pada fungsi-fungsi senso-motor, fisiologis, neuro-biologis, metabolisme), bisa jadi waktu yang dibutuhkan untuk penyesuaian menjadi lebih panjang karena ada perlakuan khusus yang perlu diberikan, sebelum tercapai kondisi yang stabil pada bayi. “Namun sekali lagi waktu penyesuaian adalah relatif.

Proses penyesuaian ini biasanya bergantung pada tiga kondisi, yaitu kondisi si bayi, kondisi caregiver (orangtua ataupun babysitter, dan lain-lain) serta ketersediaan dukung an/fasilitas/informasi. Jika bayi tidak bermasalah dalam arti secara fungsi-fungsi tidak ada catatan dari para ahli (dokter obgyn, dokter anak, perawat, dan lainnya), maka sejatinya orangtua atau caregiver dapat lebih mudah mengondisikan semua kegiatan pada si bayi. Tapi biasanya hanya 1—3 hari bayi dan orangtua sudah mendapatkan irama rutinitasnya,” ujar Della. Nah, sudah siap merawat si kecil, bukan?

Meskipun si buah hati masih bayi namun yang orangtua pikirkan tentunya sudah jauh lebih dari itu. Jenjang pendidikan yang tinggi merupakan impian para orangtua untuk memasukkan anak mereka ke universitas luar negeri. http://sat-jakarta.com/ merupakan portal rekomendasi untuk melatih anak ketika akan mengikuti tes masuk universitas luar negeri yang diharapkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *