Pada Saat Buah Hati Tiba di Rumah Bagian 1

Bayi baru lahir adalah makhluk yang benar-benar menakjubkan. Mereka lucu, rapuh, dan tak terduga. Menangis menjadi satu-satunya cara mereka berkomunikasi. Saat-saat inilah yang bisa membuat suasana menjadi sangat menegangkan. Seluruh keluarga, kerabat, teman dan sahabat akan menyambut kehadiran si bayi dengan suka cita. Namun, kegembiraan itu tak akan berlangsung selamanya. Mama dan Papa akan menghadapi si bayi sendiri. Dengan kehadirannya di rumah, otomatis membuat semua keadaan berubah. Si bayi akan menjadi prioritas utama dalam kegiatan Papa dan Mama. Semua kebutuhan dan perhatian pun tercurah hanya kepada makhluk kecil yang menakjubkan itu.

Hari Pertama Bayi di Rumah = Penyesuaian

Semua orang dan semua kegiatan harus menyesuaikan dengan situasi dan kondisi. Tak hanya orangtua yang menyesuaikan diri dengan segalanya, si bayi baru lahir pun akan secara otomatis menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya. Menurut psikolog keluarga Viera Adella, Psi., MPsi., bayi ketika lahir sebenarnya menghadapi perubahan besar yang membutuhkan kemampuannya untuk beradaptasi secara fisik, khususnya pengindraan. Pengindraan yang paling mendapat tantangan besar adalah taktil (perabaan/kulit) dan auditori (pendengaran).

Awalnya bayi selama 9 bulan berada dalam rahim dengan kondisi yang sangat terproteksi dari segi kulit maupun suara bising. “Rahim mama layaknya ‘peredam’ atau ‘pelindung’ bayi dari kontak langsungnya dengan material dan bunyi-bunyian yang ada di dunia luar. Ketika akan dilahirkan, ia ditantang untuk menembus mulut rahim, hingga akhirnya berhadapan langsung dengan dunia luar,” jelas psikolog keluarga yang akrab disapa Della ini.

Ketidaknyamanan fisiklah yang membuat bayi menangis. Tangisan ini pula yang dijadikan tanda oleh para ahli mengenai daya adaptasi bayi terhadap dunia luar untuk kali pertama. Bayi yang normal akan dapat membedakan perlakuan dari orang dewasa yang ada di sekitarnya. Ketika digendong, dipeluk, dilindungi dengan selimut (bedong), dan disusui, bayi akan mengenali secara bertahap rasa nyaman tersebut. Ia dapat membedakan mana perlakuan yang membuat fisiknya nyaman dan mana yang tidak. Indikatornya masih dalam bentuk tangisan.

Pekerjaan Baru Mama Papa

Penyesuaian juga berlaku untuk orangtua. Kehadiran bayi baru lahir di rumah membuat Mama dan Papa akan memiliki “pekerjaan baru”, 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu, 12 bulan dalam setahun, tanpa dibayar dan tanpa ada hari libur. Kalau membayangkan hal yang satu ini, duh, rasanya ingin sekali para perawat bayi di rumah sakit itu berada di rumah bersama dengan kita setiap hari.

Mereka pasti akan selalu membimbing dan mengajari kita merawat bayi yang baru lahir ini. Namun itu tak mungkin, bukan? Karena itulah kita perlu belajar mengurus dan merawat si buah hati secara mandiri. Yakinlah, secara naluri kita pasti bisa mengerjakan semuanya. Sebagai awal, saran Della, kita bisa belajar dari para perawat khusus ruang bayi. Mereka memiliki indikator perilaku standar bagi bayi-bayi baru lahir. Hal ini mengacu pada pendapat ahli yang melakukan penelitian khusus, salah satunya Erik H. Erikson.

Pakar perkembangan anak memastikan bayi yang normal akan mengharapkan perlakuan yang memberi rasa nyaman fisiknya, seperti dipeluk, dielus, dilindungi, dan direspons secara cepat ketika ada hal yang membuatnya tidak nyaman (saat buang air kecil, pup, lapar, haus, dan sebagainya). Para perawat juga sangat teratur dan konsisten dari segi waktu dan perlakuan, sehingga lebih mempercepat pembiasaan dan pengembangan kemampuan bayi. Nah, coba terapkan semua itu ketika kembali ke rumah. Poin paling penting adalah pelajari perlakuan-perlakuan yang membuat bayi nyaman dan kurang nyaman, sebagaimana pembiasaan dari para perawat tadi. “Bersikaplah wajar dan tenang. Karena yang diperlukan adalah ‘memonitor’ serta mengevaluasi, bukan menjadi cemas atau takut.

Bila kecemasan yang terlalu ditampilkan, maka yang ada adalah sikap menjaga secara berlebihan (over-protective),” kata Della. Persiapkan fisik dan mental karena selama dalam minggu pertama, Mama dan Papa akan menemukan bahwa semua yang bayi lakukan adalah makan, tidur, muntah dan buang air. Mereka benar-benar bergantung pada Mama dan Papa untuk pemenuhan semua kebutuhan mereka. Karena mereka tidak dapat berbicara, ketika mereka membutuhkan sesuatu, mereka akan menangis. Inilah yang menambah tegangnya suasana di rumah.

Si buah hati tentunya juga dipersiapkan untuk menghadapi dunia pendidikan formal yang akan ditempuhnya. Meskin masih bayi , mama papa tetap harus sudah mulai mempersiapkan segalanya. Lembaga les bahasa asing http://pascal-edu.com/ bisa menjadi referensi sebagai tempat pembelajaran untuk si buah hati kelak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *