Kisah Laa Taghdob | Jangan Marah

Abdullah bin Amru pernah menanyakan sesuatu pada Nabi Muhammad, apa yang bisa dapat selamatkan aku dari murka Allah, ia menjawab dengan tidak perlu marah.

Hadits diatas memberikan gambaran kepada kita bertapa pentingnya dalam mengendalikan hawa hafsu sehingga kemampuan untuk tidak tenggelam kepada kemarahan dapat menyebabkan seseorang selamat dari murka Allah.

Kemampuan mengendalikan amarah tidak hanya menyelamatkan seseorang dari murka Allah tetapi juga merupakan keperkasaan sejati seorang muslim seperti yang dikatakan oleh Rasulullah SAW bahwa orang yang paling kuat adalah orang yang dapat mengendalikan nafsunya ketika marah.

Menurut Said Hawwa asal amarah itu tidak dianggap suatu aib dan keberadaannya tidak dianggap sebagai suatu penyakit, yang tidak dibenarkan dari marah adalah perilaku-perilaku tercela tang dilakukan pada saat marah. Kemarahan pada dasarnya lebih bersifat merusak dari pada membangun.

Satu kemarahan saja dapat membuat keretakan rumah tangga dan kerusakan tali persaudaraan  satu kemarahan dapat menimbulkan peperangan antar suku anta etnis bahkan antar negara.

Satu kemarahan dapat menyebabkan seseorang tersakiti, terluka bahkan terbunuh yang semuanya berujung pada permusuhan.

Ketika marah ada banyak urat-urat syaraf kita yang putus atau terbuang, padahal tenaga-tenaga syaraf itulah yang membuat kita kuat dalam berfikir dan mengingat, oleh karena itu semakin mudah kita marah semakin mudah pula kita merasa lelah.

Akibat buruk yang ditimbulkan oleh kemarahan serta perilaku tercela yang membawa pada dosa itulah yang menyebabkan pengendalian amarah mendapatkan kedudukan yang amat mulia. Seseorang yang mampu mengendalikan rasa marahnya tidak akan berbuat kerusakan, fitnah dan mendatangkan permusuhan.

Dia juga mampu menjaga dirinya dari perilaku yang memalukan disaat marah. Maka tidak heran jika kemampuan mengendalikan amarah membuat seseorang selamat dari murka Allah.

Kitapun tentu tidak menginginkan dimurkai oleh Allah karena mengumbar kemarahan. Dan kita juga ingin selamat dari perbuatan-perbuatan dosa yang kita lakukan di saat marah.

Latihan mengendalikan amarah harus menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari sampai kita terbiasa dan merasa mudah untuk mengendalikan rasa marah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *