Arti DI BALIK TULISAN TANGAN BUAH HATI Bagian 2


Originals.id Kesabaran berkorelasi dengan kerja otak. Dengan menulis halus, anak yang kurang konsentrasi akan dilatih perilakunya sehingga menjadi lebih tenang. Mengenai waktu yang dibutuhkan untuk mencapai kemajuan bergantung pada penyebabnya. Untuk penderita Down syndrome, terapi menulis halus perlu dilakukan bersama terapi lain. Bagi anak yang menderita rabun jauh, tentunya harus ke dokter mata untuk dipakaikan kacamata, dan sebagainya. Terapi menulis halus juga dapat digunakan demi menumbuhkan rasa percaya diri anak yang pemalu sehingga lebih berani tampil. Latihan rutin yang terus menerus akan membuat motoriknya menjadi lebih kuat, menulisnya pun lebih lancar. Secara tidak langsung ini akan memengaruhi tingkat pemikiran dan juga kepercayaan diri anak pemalu tersebut.

 

LATIH SETIAP HARI

Tertarik untuk melatih anak menulis halus? Mulailah sejak ia duduk di kelas 1, 2, atau 3. Di masa SD awal ini anak perlu dikenalkan, diajari, dan dilatih menulis halus yang ideal. Jangan biarkan tulisannya jelek dan berantakan. Latih ia dengan membelikan buku menulis halus. Buku yang sesuai kaidah akan memberikan anak panduan yang benar.

Jangan sampai anak berlatih dengan contoh yang salah sehingga kelak akan sulit mengubahnya. Selanjutnya Mama Papa bisa melakukan ini: ? Buatlah kesepakatan dengan anak mengenai jadwal berlatih. Misal setiap jam 7 malam berlatih menulis halus setengah atau satu halaman buku. Lihat sejauh mana yang telah diajarkan di sekolah, sehingga di rumah kita tinggal melanjutkan kembali. ?

Untuk awal, biarkan anak mengerjakan sekitar 15 menit karena rentang konsentrasinya masih pendek. Jika anak bosan, istirahat sekitar 5 menit dengan mengalihkannya pada hal lain. Setelah itu lanjutkan lagi. Semakin bertambah usia, tingkatkan kuantitas latihannya. ? Sebelum berlatih, perhatikan kondisi anak. Jangan sampai saat ia sedang asyik bermain dipaksa berlatih. Keterpaksaan ini akan tampak pada hasil tulisannya yang penuh tekanan. ?

Untuk itu lakukan persiapan. Beri ia tanda untuk berhenti bermain misal, satu jam sebelum jadwal berlatihnya. Terutama bagi anak tipe kinestetik, ia perlu waktu lebih lama untuk menekan energinya dibanding anak tipe auditori dan visual. ? Pada saat anak berlatih, ciptakan suasana yang tenang dan nyaman, matikan teve dan smartphone kita. Dampingi anak dengan penuh kesabaran. ? Tak lupa berikan pujian jika anak dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan baik. Semakin sering berlatih, tulisan buah hati akan semakin rapi. Ia pun akan lebih pandai mengelola emosinya.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *